Rabu, 16 Januari 2013
0
**2 Hari kemudian,, di kamar Kaori**
"Begitulah ceritanya.. Aku merasa percaya dan tidak percaya.." ucap ku kepada Asako Hiroichi,, sahabatku dari kecil..
Aku menceritakan kejadian yang aku alami lusa kemarin..
Ia terlihat antusias mendengarkan..
Asako memang pendengar yang baik..
"Lalu apa kau sudah bertemu dg-nya lagi?"
"Ehm.. Ya! Kemarin aku bertemu dg-nya,, saat aku hendak pergi ke kuil.. Ternyata dia sengaja menunggu ku lho di kuil.."
"Benarkah? Lalu bagaimana?"
"Ya,, dia menungguku di dalam mobil.. Mobilnya kereeen sekali! Namanya Roll Roice.."
"Waw,, Roll Roice? Mobil impian ku!"
"Yaa,, di dalam mobil ada seorang paman.. Ia berkata,, 'kemarin putriku telah menyusahkanmu.. Bertemanlah kalian mulai hari ini.. Aku yakin,, kau tinggal di sekitar sinimakanya kami sengaja menunggumu disini sejak pagi.. Syukurlah kau tepat datang ke kuil saat kami tidak terlalu lama menunggu.. Nah kita akan mengajakmu pergi ke rumah kami..' Lalu aku dibawa ke rumah mereka deh.."
"Eh? Benarkah? Kau naik mobil keren itu dong? Eh maksudku kau masuk ke rumah mereka dong?"
"Apa boleh buat,, aku tidak enak karena mereka sudah menungguku.."
"Sampai rumahnya,, bagaimana? Pasti keren yaa? Mobilnya saja Roll Roice.."
"Tingtong,, bukan hanya keren.. Bangunan itu boleh dibilang villa,, istana,, atau puri..!"
"Huwaaaa,, pengalaman yg sangat menarik pasti.."
"Aku canggung karena baru pertama kali masuk ke rumah seperti itu"
"Tidak pingsan kan?"
"Hah,, kau berlebihan sekali.. Ya tidak lah.. :p lalu aku di ajak masuk ke kamar Arisa.. Kamar cuuuuttteeee sekali >< sungguh itu terlihat seperti surga..!"
"Aku jadi ingin melihat kamanya,, aku iri padamu :("
"Seharusnya kau lebih iri pada yg memiliki kamar itu..! Dia memberi teh,, coklat,, dan kue-kue yang saaaangat enak......"
"Stop..! Lewatkan soal 'enak',, nanti ngiler mendengarnya.."
"Hha,, baiklah.. Mereka memperlihatkan album photo dan video.. Lalu ayah Arisa memainkan gitar.. Waw ayahnya lumayan cakep lho.."
"Oh yaa? Mungkin di masa mudanya ia terkenal di antara para wanita :/"
"Eh tapi ayahnya kan ingin menikah lagi lho.."
"Benarkah? Kasihan sekali istrinya.. :("
"Oneng,, istrinya sudah meninggal saat Arisa masih bayi.. Sejak itu mereka hidup berdua.."
"Ehm,, daikon.." gumam Asako..
"Eih,, bukan Daikon tapi Saikon! -_-" Asako memang kadang oneng,,
"katanya,, kadang-kadang saat tak sadar badannya merasakan sesuatu yang aneh dan ia mendengar seseorang memanggilnya dari jauh.. Tapi hanya Arisa saja yang bisa merasakannya.. Yaa seperti kejadian di kuil Kumano itu.. Ayah Arisa pun bilang,, sejak kecil Arisa memang punya sixsence.."
"Sixsence?" Asako mengerutkan dahinya..
"Katanya itu terjadi menjelang pernikahan sang ayah.. Mengkhawatirkan..! Menyulitkan..!"
"Iya,, mengkhawatirkan.. Ckckck" Asako menggeleng-gelengkan kepala..
"Maka dari itu aku diminta oleh ayahnya untuk sering-sering datang ke rumahnya.."
"Oh asyik,, bisa tiap hari keluar masuk istana nih.. :p lalu pulang bawa oleh-oleh,, benar?"
"Oleh-oleh?"
"Jangan pura-pura,, disetiap cerita dongeng,, seseorang diajak masuk kedalam istana karena telah menolong sang putri,, lalu ketika pulang diberi hadiah sebuah peti berisi emas.."
"Yawn,, kau pintar!"
"Ayo coba perlihatkan,, aku ingin tau.."
"Yuhhhhuuuu,, derendengdeeeng....ini dia,, boneka Lola dari France.."
"Wah,, kau membuatku benar-benar envy.. U,u"
"Hihihi,, memang malam itu adalah malam keburuntungan bagiku.." sambil melempar-lempar boneka unyu itu,, "aku besok diajak dia untuk pergi ke dunia fantasi.."
"Ih asyik,, itu beneran?"
"Yaa beneran.. -_- lengkap dg mobil mewah dan sopir yang siap antar pulang pergi,, yuuuuhhu.. :p"
"Oh semoga kau bahagia dan menikmatinya yaa.." ucap Asako sambil melempar-lempar boneka Lola itu kelangit-langit..
To be continued..
^^
Cerpen Jepang: Roh atau Magic? (Chapter 2)
**2 Hari kemudian,, di kamar Kaori**
"Begitulah ceritanya.. Aku merasa percaya dan tidak percaya.." ucap ku kepada Asako Hiroichi,, sahabatku dari kecil..
Aku menceritakan kejadian yang aku alami lusa kemarin..
Ia terlihat antusias mendengarkan..
Asako memang pendengar yang baik..
"Lalu apa kau sudah bertemu dg-nya lagi?"
"Ehm.. Ya! Kemarin aku bertemu dg-nya,, saat aku hendak pergi ke kuil.. Ternyata dia sengaja menunggu ku lho di kuil.."
"Benarkah? Lalu bagaimana?"
"Ya,, dia menungguku di dalam mobil.. Mobilnya kereeen sekali! Namanya Roll Roice.."
"Waw,, Roll Roice? Mobil impian ku!"
"Yaa,, di dalam mobil ada seorang paman.. Ia berkata,, 'kemarin putriku telah menyusahkanmu.. Bertemanlah kalian mulai hari ini.. Aku yakin,, kau tinggal di sekitar sinimakanya kami sengaja menunggumu disini sejak pagi.. Syukurlah kau tepat datang ke kuil saat kami tidak terlalu lama menunggu.. Nah kita akan mengajakmu pergi ke rumah kami..' Lalu aku dibawa ke rumah mereka deh.."
"Eh? Benarkah? Kau naik mobil keren itu dong? Eh maksudku kau masuk ke rumah mereka dong?"
"Apa boleh buat,, aku tidak enak karena mereka sudah menungguku.."
"Sampai rumahnya,, bagaimana? Pasti keren yaa? Mobilnya saja Roll Roice.."
"Tingtong,, bukan hanya keren.. Bangunan itu boleh dibilang villa,, istana,, atau puri..!"
"Huwaaaa,, pengalaman yg sangat menarik pasti.."
"Aku canggung karena baru pertama kali masuk ke rumah seperti itu"
"Tidak pingsan kan?"
"Hah,, kau berlebihan sekali.. Ya tidak lah.. :p lalu aku di ajak masuk ke kamar Arisa.. Kamar cuuuuttteeee sekali >< sungguh itu terlihat seperti surga..!"
"Aku jadi ingin melihat kamanya,, aku iri padamu :("
"Seharusnya kau lebih iri pada yg memiliki kamar itu..! Dia memberi teh,, coklat,, dan kue-kue yang saaaangat enak......"
"Stop..! Lewatkan soal 'enak',, nanti ngiler mendengarnya.."
"Hha,, baiklah.. Mereka memperlihatkan album photo dan video.. Lalu ayah Arisa memainkan gitar.. Waw ayahnya lumayan cakep lho.."
"Oh yaa? Mungkin di masa mudanya ia terkenal di antara para wanita :/"
"Eh tapi ayahnya kan ingin menikah lagi lho.."
"Benarkah? Kasihan sekali istrinya.. :("
"Oneng,, istrinya sudah meninggal saat Arisa masih bayi.. Sejak itu mereka hidup berdua.."
"Ehm,, daikon.." gumam Asako..
"Eih,, bukan Daikon tapi Saikon! -_-" Asako memang kadang oneng,,
"katanya,, kadang-kadang saat tak sadar badannya merasakan sesuatu yang aneh dan ia mendengar seseorang memanggilnya dari jauh.. Tapi hanya Arisa saja yang bisa merasakannya.. Yaa seperti kejadian di kuil Kumano itu.. Ayah Arisa pun bilang,, sejak kecil Arisa memang punya sixsence.."
"Sixsence?" Asako mengerutkan dahinya..
"Katanya itu terjadi menjelang pernikahan sang ayah.. Mengkhawatirkan..! Menyulitkan..!"
"Iya,, mengkhawatirkan.. Ckckck" Asako menggeleng-gelengkan kepala..
"Maka dari itu aku diminta oleh ayahnya untuk sering-sering datang ke rumahnya.."
"Oh asyik,, bisa tiap hari keluar masuk istana nih.. :p lalu pulang bawa oleh-oleh,, benar?"
"Oleh-oleh?"
"Jangan pura-pura,, disetiap cerita dongeng,, seseorang diajak masuk kedalam istana karena telah menolong sang putri,, lalu ketika pulang diberi hadiah sebuah peti berisi emas.."
"Yawn,, kau pintar!"
"Ayo coba perlihatkan,, aku ingin tau.."
"Yuhhhhuuuu,, derendengdeeeng....ini dia,, boneka Lola dari France.."
"Wah,, kau membuatku benar-benar envy.. U,u"
"Hihihi,, memang malam itu adalah malam keburuntungan bagiku.." sambil melempar-lempar boneka unyu itu,, "aku besok diajak dia untuk pergi ke dunia fantasi.."
"Ih asyik,, itu beneran?"
"Yaa beneran.. -_- lengkap dg mobil mewah dan sopir yang siap antar pulang pergi,, yuuuuhhu.. :p"
"Oh semoga kau bahagia dan menikmatinya yaa.." ucap Asako sambil melempar-lempar boneka Lola itu kelangit-langit..
To be continued..
^^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar