My Digital Diary: Hari Ini Penuh Tekanan!

Selasa, 08 Juli 2014

0

Hari Ini Penuh Tekanan!

Orang yang memiliki otak pintar banyak, tapi yang mampu bekerja dibawah tekanan sedikit.
Hari ini kerja puncaknya stress, pusing, mumet, emosi, kesel, sedih, nano nano!

Kerja dibawah tekanan itu ga enak, rasanya emang lebih baik punya usaha sendiri dibanding kerja dibawah orang. 


Saya bekerja sebagai marketing staff di sebuah kontraktor busana yang produknya khusus hanya di ekspor ke buyer-buyer yang memiliki brand ternama di dunia.

Semua atasan saya adalah orang asing, ini pertama kalinya saya bekerja dengan orang asing, mereka sangat baik meskipun saya bekerja penuh dengan tekanan. Mungkin karena obsesi besar terhadap kesuksesan pekerjaannya yang berujung dengan menekan bawahannya. Fyuh!

Seperti hari ini, tentang tekanan yang saya alami hari ini.
Hari ini atasan saya menghampiri dan meminta untuk membuka PO hari ini juga khusus untuk satu garment priority, sebut saja lace.

Mr. X: “mba Diana, I want you to open PO for Lace garment, because that garment must inhouse immediately. It’s priority.”

Sambil dengerin - sambil mengkerut - sambil ngedumel dalem hati, ‘gimana mau open PO, material actual request aja belum rampung dikasih ke dept Sample, memo create articlenya aja belum dapet approval nya dari atasan tim Stage. Nih atasan pura-pura polos apa emang polos beneran.’

Saya: “But sir, Stage team has not yet received approval from their boss, for create this article.”

Mr. X: “But this is command from our manager!

Bla bla bla cekcok pun tak terhindarkan. Kebiasaan buruk atasan saya adalah selalu mengatas-namakan manajer, bikin jiper!

Semua pekerjaan saya yang lain terpending cuman buat ngurusin ini.
Saya harus muter otak gimana caranya tim Stage cepet-cepet create article untuk satu garment ini, akhirnya mau tidak mau saya mencoba untuk mempush tim Stage dan atasan mereka tentunya agar bersedia untuk mendahulukan article garment ini.

Saya harus bolak-balik ruangan saya ke ruangan tim Stage, padahal lagi puasa! Tapi justru karena lagi puasa jadi harus lebih sabar.

Disatu sisi saya harus menyelesaikan material request disisi lain saya harus sibuk adu mulu dg tim stage, kadang di telpon kadang saya samperin langsung diruangannya agar mereka segera menyelesaikan pekerjaannya.

Atasan saya hanya sibuk “Have you finished your work?

Saya cuman teriak “belooooom!” Errrggggh mau pretelin keyboard rasanya.

Satu jam menjelang pulang tim Stage masih belum me-create article nya, saya malah dapat e-mail bahwa saya harus mengirim quotation dari supplier karena quotation yang saya lampirkan tidak lengkap.
O my God, kenapa baru sekarang di informasikan! Memangnya setelah saya kirim email ke suuplier mereka tidak membutuhkan waktu untuk find the attachment? Belum lagi apa mungkin si supplier akan segera membaca email yang saya kirim? Waktu satu jam tidak mungkin cukup.

Atasan saya lagi-lagi berteriak,, “mba Diana,, how about Lace?!

Mau meledak nih kepala, mau resign aja rasanya, jadi pengamen jalanan kayaknya lebih tentram hidupnya.

Dan teeeeng.. It’s time to go home!

Tapi boss saya mencegah saya, “You can’t go home before you finish your work”

"sorry sir, but I wanna go home now. I’ll finish it tomorrow
Padahal besok kan libur ada pemilihan capres-cawapres. 

Kirain nih atasan mau ngerti ternyata masih ngelarang, “can you show me quotation for others article.”
Bisa aja de ngerjain saya biar ga pulang ontime.
Akhirnya saya harus lembur (terpaksa).

Beginilah dukanya kerja dg orang asing.
Penuh tekanan dan harus serba cepat.
Tapi disamping tugas-tugas kerja yang numpuk,  mereka semua sangat baik.
Salah satu yang membuat saya bertahan.

0 komentar:

Posting Komentar